SEMARANG – Penyidik Polrestabes Semarang terus mengusut kasus pemalsuan
ijazah dan manipulasi nilai di Fakultas Kedokteran Universitas Islam
Sultan Agung (Unissula) Semarang.
Rencananya,penyidik hari ini
memanggil empat pejabat rektorat universitas tersebut. “Rencananya ada
empat pejabat rektorat yang akan kami periksa hari ini (besok), mereka
juga panitia penerimaan mahasiswa baru,” kata Kasatreskrim Polrestabes
Semarang, AKBP Augustinus Berlianto Pangaribuan. Namun,Augustinus enggan
membeberkan nama-nama pejabat rektorat yang akan dipanggil untuk
dimintai keterangannya terkait kasus ijazah palsu itu.
Augustinus
menyatakan, hasil penyidikan sementara ini ada lima mahasiswa FK
Unissula yang mengaku mendapat bocoran jawaban ujian masuk penerimaan
mahasiswa baru melalui jasa Dwi Hartono alias Ferry, mahasiswa FK
Unissula angkatan 2004, yang sudah ditetapkan tersangka. “Salah satu
mahasiswa yang kami periksa, inisialnya A, mengaku hanya duduk di depan
komputer saat ujian.Tidak mengerjakan soal, namun hasil ujian ternyata
keluar hingga bisa diterima di FK Unissula. Pengakuanya sengaja karena
sudah membayar,”katanya.
Uang yang diberikan agar bisa masuk FK
Kedokteran ke tersangka Ferry berkisar antara Rp100 juta-500 juta.Modus
untuk menyedot pendaftar adalah menyebar selebaran berkedok bimbingan
belajar smart sollution. “Kami tetap menduga itu sindikat, pemeriksaan
saat ini fokus kepada siapa pemberi bocoran jawaban ujian. Juga di mana
posisi pembocor jawaban ujian saat tes dilakukan,” ujar Augustinus.
Kepala
Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Semarang, Mustaghfirin mengatakan
berkas pemeriksaan tersangka Dwi Hartono alias Ferry masih perlu
dilengkapi penyidik Satreskrim Polrestabes Semarang. eka setiawan
Rabu, 20 Juni 2012
4 Pejabat Rektorat Unissula Diperiksa Terkait Ijazah Palsu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

