REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda
Metro Jaya merencanakan perluasan penerapan metode pengalihan arus di
sejumlah ruas jalan DKI Jakarta. Rencananya, tiga ruas jalan akan
diterapkan metode pengurai kepadatan lalu lintas itu.
Direktur
Direkotrat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Dwi
Sigit Nurmantyas menjelaskan, sejauh ini penerapan metode pengalihan
arus di DKI Jakarta telah diberlakukan di Simpang Mampang dan Kuningan.
Hasil yang diperoleh, ungkap dia, relatif baik dalam mengurai kepadatan
kendaraan.
"Bila dituangkan dalam persentase, penerapan
pengalihan arus telah berhasil mengurai sekitar 65 persen kepadatan lalu
lintas," ucap Sigit di Mapolda Metro Jaya.
Namun demikian, ucap
dia, evaluasi terhadap penerapan rekayasa lalu lintas itu senantiasa
terus dilakukan. Evaluasi itu, ucap dia, meliputi pembahasan mengenai
efektifitas dan efisiensi pemberlakuan metode pengurai kemacetan itu.
"Hal
itu dilakukan mengingat volume kendaraan di satu ruas tidak bersifat
statis sehingga potensi perubahan rekayasa lalu lintas tetap ada,"
ungkap Sigit.
Adapun Ruas jalan yang direncanakan, ujar dia,
adalah di daerah Jakarta Pusat, Pondok Indah dan Jakarta Utara.
"Ketiganya masih dilakukan pembahasan menyangkut klasifikasi ruas jalan
yang terkategori padat," tutur Sigit.
Khusus untuk Jakarta Utara,
ucap Sigit, polisi berencana akan memberlakukan Sistem Satu Arah (SSA)
di Jalan Pluit Karang. Menurut rencana, tutur dia, polisi akan
melibatkan pembicaraan terkait pemberlakuan metode pengurai kemacetan
itu dengan tokoh masyarakat sekitar.
"Suara dari masyarakat perlu
didengar karena direncanakan penerapan SSA akan melibatkan penutupan
dan pembukaan jalan kampung warga," ungkap Sigit.
Secara garis
besar, ungkap Sigit, penerapan rekayasa lalu lintas seperti pengalihan
arus atau pun SSA merupakan upaya kepolisian dalam mengurai kepadatan
lalu lintas. Prinsipnya, menurut dia, yakni memperpanjang jarak untuk
memperlancar arus kendaraan.
"Namun untuk pemberlakuannya harus melalui serangkaian survei dan uji coba," ujar Sigit.
Rabu, 13 Juni 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


