REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Salah satu keluarga korban mendesak
investigasi tuntas terkait jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 di
Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (9/5) kemarin. Dengan mata
berkaca-kaca ahli waris Direktur Utama Indo Asia Rully Dermawan, Windi,
wanita berumur sekitar 30 tahunan itu meminta adanya investigasi yang
tuntas akan kematian suaminya.
"Pemerintah masih ada perhatian
atas korban Sukhoi, saya berterima kasih," katanya dengan suara
bergetar. "Tetapi apalah artinya uang, hal ini tidak sebanding dengan
kehilangan suami saya," katanya menambahkan.
Sebelumnya, melalui
PT Jasa Rahardja, pemerintah memang menyerahkan asuransi sebesar Rp 1,65
miliar untuk semua warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban
Sukhoi yang jatuh di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Masing-masing
korban mendapat santunan sebesar Rp 50 juta.
"Pemerintah wajib
memperhatikan setiap warga negaranya yang terkena musibah, dalam
kecelakaan Pesawat Sukhoi ini pemerintah memberikan santunan yang
diberikan oleh PT Jasa Raharja," kata Menteri Perhubungan EE Mangindaan.
Ia menuturkan hal ini merupakan bentuk empati dan rasa prihatin
dari pemerintah. Namun sayangnya, untuk korban atas nama Femi Adi
Soempeno, santunan dibayarkan dalam bentuk biaya pemakamaman karena
tidak memiliki ahli waris. Sedangkan untuk korban atas nama Stephen
Khamadi kini proses verifikasi untuk menentukan ahli waris masih terus
dilakukan.
Selain santunan dari Jasa Raharja, juga akan diberikan
Jamsostek sesuai dengan kententuan. "Nantinya, dari pihak Sukhoi juga
akan memberikan santunan lagi sesuai dengan undang-undang, masing-masing
Rp 1,25 miliar," ujarnya lagi.
Terkait, persoalan investigasi
penyebab kecelakaan, Mangindaan mengaku proses penyelidikan terus
dilakukan. "Kita sekarang masih menunggu dari Rusia, untuk menggabungkan
flight data recorder (FDR)," tegasnya.
Ia mengaku pemerintah dan
pihak terkait berkomitmen menyelesaikan investigasi kecelakaan ini
hingga tuntas. Sebelumnya, pesawat Sukhoi Super Jet 100 mengalami
kecelakaan di Gunung Salak, Mei lalu. Kecelakaan ini menewaskan seluruh
penumpang dan awak sebanyak 45 orang, terdiri dari 35 WNI dan 10 WNA.
Rabu, 13 Juni 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


